Alamat : Kadek Wijirejo Pandak Bantul Yogyakarta KP. 55761 Telp. 0274 6462380 - 081328812633
Rabu, 18 April 2012
Selasa, 17 April 2012
Psikologi Perkawinan
PSIKOLOGI PERKAWINAN
Oleh : Rohwan, MSI
A. PENDAHULUAN
Bagi kebanyakan orang, perkawinan adalah suatu yang sangat diharapkan dan sangat dipersiapkan. Oleh karena itu, tidak jarang orang mencari berbagai informasi mengenai perkawinan: dengan bertanya pada orang tua atau teman, membaca buku, atau dibekali dengan berbagai informasi tentang perkawinan melalui kursus pengantin dan lain-lain. Kadang yang tidak kalah penting bagi calon pasangan suami-isteri adalah juga bagaimana pesta pernikahan akan diselenggarakan, pakaian apa yang akan dikenakan, dan kemana akan berbulan madu.
Namun, yang paling penting dari semua persiapan perkawinan adalah persiapan mental dari calon pasangan itu sendiri. Persiapan mental ini dimulai dari hal yang paling sederhana, yaitu mengenal dan memahami pasangan serta memahami arti pernikahan bagi diri sendiri. Bagaimana mengenal pasangan itulah yang dibahas dalam Psikologi Perkawinan. lebih jelasnya Psikologi perkawinan adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia atau gejala-gejala kejiwaan dan perbuatan sehubungan dengan perkawinan.
Minggu, 26 Februari 2012
Menggapai Kel. Sakinah dengan Berasuransi
MENGGAPAI HIDUP SAKINAH
DENGAN BERASURANSI (SYARIAH)
Oleh : Rohwan, MSI
Sekilas tampak tidak ada hubungannya antara konsep “sakinah” dengan berasuransi, Tetapi jika kita kaji lebih lanjut akan nampak peranan yang cukup signifikan, bahwa dengan berasuransi (syariah) akan mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah. Kita coba ingat kembali kembali bahwa diantara tujuan disyariatkannya perkawinan adalah membentuk keluarga yang senantiasa memperoleh ketenangan (sakinah ), cinta (mahabbah ) dan kasih sayang ( rohmah). Quraish Shihab menulis, kata Sakinah berasal dari kata sakana yang berarti tenang atau diamnya sesuatu setelah bergejolak. Perkawinan adalah pertemuan antara pria dan wanita, yang seharusnya menjadikan keduanya yang sebelumnya penuh gejolak dan gelora menjadi tenang dan tenteram setelah menikah.
Langganan:
Postingan (Atom)