Minggu, 31 Juli 2011

Langkah-langkah Pembinaan


LANGKAH-LANGKAH PEMBINAAN KEHIDUPAN BERAGAMA
 DALAM KELUARGA

Disampaikan oleh Satgas Pembina DBKS Kec. Pandak

Keluarga merupakan miniatur dari suatu negara, merupakan salah satu tempat untuk membentuk karakter anak sebagai generasi penerus orang tua mauun kader bangsa dan agama.

Keluarga yang bahagia dan sejahtera kekal berdasarkan  Ketuhanan yang Maha Esa merupakan tujuan dari setiap orang yang berumah tangga disamping merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 1 tahun 1974. Salah saru ciri rumah tangga yang bahagia adalah rumah tangga yang selalu dihiasi dengan nilai-nilai agamis dalam segala aspek kehidupannya.

Untuk itu Pembinaan Kehidupan Beragama dalam Keluarga harus diciptakan dan diupayakan secara terus-menerus melalui langkah-langkah sebagai berikut :


1.    Perkawinan Islami yang berkualitas :
a.    Perkawinan yang didasari karena Agama, yaitu perkawinan sesama muslim untuk mencapai ketaqwaan suami istri dan keturunannya;
b.    Calon suami istri sedapat mungkin telah berkamampuan (istitho’ah) baik fisik, mental maupun ekonomi;
c.    Diusahakan adanya keseimbangan (kafaah) antara calon suami dan istri.

2.    Pembinaan agama bagi ayah dan ibu
Untuk membentuk pribadi seutuhnya yang mendukung terwujudnya kehidupan keluarga sakinah, pimpinan keluarga mempunyai tanggung jawab atas penyelenggaraan pembinaan dalam keluarga. Ayah dan Ibu di dalam suatu keluarga merupakan pimpinan dan pendidik yang alami. Agar dapat melaksanakan tugas dengan baik ayah dan ibu harus mengenal, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama . Kegiatan tersebut harus dilakukan secara terus-menerus. Karena semakin tinggi kualitas ilmu dan amal yang dimiliki seseorang semakin berwibawalah dia, sehingga dapat membantu memperlancar tugas sebagai pemimpin keluarga.  Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11 :


يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَات


Artinya :
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

Dalam ajaran Islam pembinaan agama yang dilakukan secara terus-menerus terhadap ayah dan ibu di dalam keluarga merupakan pelaksanaan kewajiban mencari ilmu.
Sabda Rosulullah saw :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُل مُسْلِمٍ


Artinya :
Mencari ilmu adalah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim.

Dari Firman Allah dan Sabda nabi tersebut, dapat diambil makna bahwa pembinaan agama dalam keluarga yang terus-menerus memiliki nilai ganda yaitu untuk meningkatkan kewibawaan orang tua terhadap anak-anak dan terhadap anggota keluarga yang lain. Disamping untuk meningkatkan iman dan taqwa mereka juga sekaligus merupakan pelaksanaan kewajiban mencari ilmu yang diperintahkan dan diajarkan oleh agama islam.
3.    Pembinaan agama bagi anak-anak.

Orang tua bertanggungjawab atas pendidikan anak-anaknya, terutama pendidikan agama untuk mencapai manusia muslim seutuhnya. Tanggungjawab orang tua terhadap pendidikan agama anak-anak, sesuai dengan firman Allah dalam surat At Tahrim ayat 6 :


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Berbagai upaya dapat dilakukan orang tua untuk menjaga anaknya dari api neraka, antara lain dengan mendidiknya menjadi muslim yang seutuhnya, Sabda Nabi Muhammad Saw sebagai berikut :


كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ


Artinya :
Setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan suci. Kedua orang tuanyalah yang menyebabkan dia menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Pendidikan agama bagi aanak-anak didalam keluarga merupakan faktor yang sangat penting untuk perkembangan kepribadian anak, sebab keluarga mrupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama baginya.

Kondisi keluarga yang menyenangkan akan menimbulkan rasa senang , krasan dan nyaman bagi segenap anggota keluarga. Kondisi ini ibarat tanah persemaian yang subur, sehingga mampu menghasilkan bibit yang unggul yaitu pribadi muslim yang utuh dan tak mudah goyah, sehingga menjadi dasar yang kokoh dalam pertumbuhan kepribadian anak.

Dalam melaksanakan pendidikan agama bagi abak-anak di lingkungan keluarga, setiap orang tua perlu memberikan contoh (tauladan ) terlebih dahulu karena pada hakekatnya mendidik agama bukan memberikan pengertian pengetauan agama saja melainkan bagaimana agama bisa diaplikasikan  dalam kehidupan nyata.

4.    Pembinaan lingkungan yang Islami.

Suasana lingkungan dalam rumah tangga yang Islami, merupakan faktor pendukung terwujudnya keluarga sakinah, khusunya dalam pembinaan kehidupan beragama dalam keluarga. Pembinaan suasana lingkungan dan tata ruang yang islami tersebut antara lain meliputi :
a.    Halaman rumah tangga yang selalu bersih dan asri;
b.    Pekarangan dimanfaatkan secara produktif;
c.    Pada pintu masuk terdapat tulisan “keluarga muslim” atau tulisan “Assalamu ‘alaikum wr.wb.”
d.    Ruang tamu/keluarga  selalu bersih dan teratur dihiasi dengan tulisan-tulisan / Kaligrafi Al Qur’an; atau gambar-gambar yang menimbulkan rasa Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.
e.    Kondisi dapur/ kamar mandi/WC nampak bersih dan sehat;
f.     Ada ruang khusus untuk sholat yang cukup untuk seisi rumah dengan dihiasi tulisan-tulisan yang bernada peringatan misalnya “ Sholatlah berjamaah, Bacalah Alqur’an dll”.
g.    Kalau ada tape dan Vidio dilengkapi dengan bunyi-bunyian yang mengarah pada peningkatan keimanan ( Murottal Alqur’an, Nashid, Sholawat dan lagu-lagu lain yang bisa menyejukkan hati).
4.    Pembinaan Akhlaqul Karimah dan tingkah laku Islami.

Pembinaan sikap dan tingkah laku islami dengan senantiasa mengingat dan memelihara perkataan, perbuatan, pergaulan. Pada setiap anggota keluarga perlu ditanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik antara lain bersikap sopan, tidak menyakiti orang lain, jujur, suka menolong, musyawarah, sabar dll.
Kecuali yang tersebut diatas, masih banyak hal yang perlu diperhatikan dan diamalkan untuk pembinaan sekap dan tingkah laku serta akhlakuqul karimah seperti :

a.    Kebiasaan berdoa dalam setiap perbuatan
b.    Kebiasaan sholat berjamaah dilanjutkan tadarus Alqur’an dan pengajian singkat;
c.    Kebiasaan membersihkan tempat tidur dan tempat lain yang menjadi tanggung jawabnya.
d.    Membudayakan ucapan atau kalimah thoyibah seperti :
·         Bismillahirrahmanirrahim apabila akan memulai pekerjaan
·         Alhamdulillah apabila selesai mmelakukan pekerjaan;
·         Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun apabila mendapa musibah;
·         Masya Allah apabia melihat yang mengagumkan;
·         Subhanallah apabila terjadi yang mengejutkan;
·         Astaghfirullah apabila terjadi kesalahan
·         Na’udubillahi mindalik apabila ingin terhindar dari  keadaan yang tidak kita inginkan;
·         Menyampaikan / menjawab salam dll.
e.    Dibiasakan makan bersama untuk menunjukkan kebersamaan.
f.     Membangun komunikasi antar anggota keluarga melalui kegiatan nonton TV bersama bermain, berekreasi bersama;
g.    Menjawah seruan adzan baik langsung maupun tidak langsung;
h.    Secara tetap menyisihkan sebagian harta untuk infaq dan shodaqoh;
i.      Berpakaian sopan sesuai dengan ajaran islam;
j.     Membiasakan silaturahmi dengan para tetangga, keluarga dan sanak kerabat baik dalam duka maupun suka;
k.    Dll.

III. KESIMPULAN

a.    Keluarga dan rumah tangga merupakan media pembinaan kehidupan beragama yang pertama, utama dan terakhir.
b.    Pembinaan kehidupan beragama dalam keluarga dilakukan seara terus-menerus melalui latihan (pembiasaan) dalam kehidupan sehari-hari;
c.    Keteladanan/ doa orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan dalam keluarga.








حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ

حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

0 comments:

Posting Komentar